
Apa Itu Evidence Management? Fungsi dan Perannya dalam Kepatuhan
November 25, 2025
Apa Itu Identity Proofing? Pengertian dan Cara Kerjanya
November 25, 2025Apa Itu Incident Management? Cara Menangani Insiden Aplikasi Secara Terstruktur

Ketika aplikasi atau layanan mengalami gangguan, dampaknya bisa langsung terasa: pelanggan tidak bisa mengakses layanan, transaksi terhenti, atau operasional internal ikut tertunda.
Di titik ini, perusahaan membutuhkan proses yang terstruktur untuk menangani insiden secara cepat dan terkendali. Itulah fungsi incident management.
Artikel ini membahas cara kerja incident management dan perannya dalam mendukung operasional bisnis yang stabil.
Apa Itu Incident Management?
Incident management adalah proses menangani gangguan yang memengaruhi layanan atau sistem, mulai dari pelaporan awal hingga penyelesaian. Tujuannya memastikan layanan kembali normal secepat mungkin dengan mengurangi dampak terhadap pengguna.
Insiden bisa berupa:
-
error pada aplikasi
-
downtime server
-
gangguan API
-
fitur yang tidak berfungsi
-
masalah jaringan
-
kegagalan integrasi dengan pihak ketiga
Semakin cepat insiden ditangani, semakin kecil dampaknya terhadap pelanggan dan reputasi bisnis.
Mengapa Incident Management Penting untuk Bisnis?
1. Meminimalkan Gangguan Operasional
Down-time yang terlalu lama dapat menghambat produktivitas dan memengaruhi pendapatan.
2. Menjaga Kepercayaan Pelanggan
Respons cepat menunjukkan bahwa perusahaan bertanggung jawab terhadap kualitas layanan.
3. Mengurangi Risiko Eskalasi
Insiden kecil bisa berkembang menjadi masalah besar jika tidak dikelola dengan benar.
4. Membantu Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Pencatatan insiden memberikan data penting untuk mencegah kejadian serupa.
Tahapan dalam Incident Management
1. Identifikasi Insiden: Insiden dilaporkan melalui tiket, monitoring otomatis, atau pelaporan internal.
2. Klasifikasi dan Prioritas: Setiap insiden diberi tingkat prioritas seperti Critical, High, Medium, atau Low.
3. Investigasi Awal: Tim mengevaluasi penyebab awal dan menentukan langkah penanganan.
4. Eskalasi (Jika Dibutuhkan): Jika insiden melebihi kapasitas tim, kasus diteruskan ke level teknis yang lebih ahli.
5. Penyelesaian: Tim memperbaiki akar masalah dan memastikan layanan kembali berjalan normal.
6. Dokumentasi Insiden: Setiap langkah dicatat untuk kebutuhan audit dan perbaikan proses.
Contoh Incident Management dalam Kegiatan Bisnis
-
E-commerce: pembayaran gagal untuk seluruh pengguna → P1
-
SaaS: dashboard tidak memuat data terbaru → P2
-
Perbankan digital: API partner mengalami downtime → P1
-
Logistik: sistem tracking terlambat memperbarui status → P3
Peran Sistem Ticketing dalam Incident Management
Sistem ticketing membantu:
-
mencatat insiden secara konsisten
-
mengatur prioritas
-
mengotomatisasi eskalasi
-
memantau SLA
-
menyediakan dokumentasi lengkap untuk tim audit dan operasional
Untuk perusahaan yang ingin menerapkan incident management lebih terstruktur,
Adaptist Prose menyediakan sistem ticketing yang mendukung prioritas, SLA, routing, dan integrasi lintas tim.



