
Apa Itu Ticket Prioritization? Cara Menentukan Prioritas Tiket
November 20, 2025
Apa Itu Access Review? Pengertian dan Mengapa Penting
November 20, 2025Apa Itu Adaptive Authentication? Pengertian, Cara Kerja, dan Contoh untuk Bisnis

Bisnis modern mengandalkan banyak aplikasi untuk operasional harian. Dengan pengguna yang terus bertambah dan akses dari berbagai perangkat, tantangan utama muncul: bagaimana memastikan login tetap aman tanpa membuat prosesnya rumit.
Di sinilah adaptive authentication berperan sebagai pendekatan keamanan yang lebih cerdas dan kontekstual.
Adaptive authentication memeriksa konteks akses setiap pengguna sebelum memberikan izin masuk, sehingga risiko bisa dikendalikan tanpa mengganggu pengalaman pengguna.
Apa Itu Adaptive Authentication?
Adaptive authentication adalah metode autentikasi yang menyesuaikan tingkat verifikasi berdasarkan tingkat risiko dari setiap percobaan login.
Berbeda dengan MFA tradisional yang selalu meminta verifikasi tambahan, adaptive authentication hanya mengaktifkan lapisan keamanan ekstra ketika sistem mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Pendekatan ini membuat autentikasi lebih cerdas: aman saat diperlukan, sederhana ketika risikonya rendah.
Mengapa Adaptive Authentication Penting untuk Bisnis?
1. Mengurangi Hambatan Saat Login Tidak semua login memerlukan OTP atau autentikasi tambahan.
Adaptive authentication mempermudah akses saat kondisi aman.
2. Mendeteksi Aktivitas Tidak Wajar Lebih Cepat Ketika sistem melihat pola akses yang tidak normal, verifikasi ekstra langsung ditambahkan.
3. Meningkatkan Perlindungan Aplikasi Risiko seperti credential stuffing, brute force, atau akses ilegal dapat terdeteksi lebih awal.
4. Lebih Efisien Dibanding MFA Wajib Karyawan tidak perlu melewati MFA berulang kali jika mereka mengakses dari konteks yang aman.
Cara Kerja Adaptive Authentication
Berikut logika dasar yang digunakan dalam adaptive authentication:
1. Analisis Konteks Pengguna
Sistem menilai konteks akses berdasarkan informasi seperti:
-
lokasi login
-
perangkat yang digunakan
-
alamat IP
-
waktu akses
-
pola penggunaan atau aktivitas pengguna
Jika konteks dinilai aman, proses login berjalan normal.
Jika ditemukan hal yang tidak wajar, sistem segera memperketat autentikasi.
2. Skor Risiko
Setiap aktivitas login dinilai menggunakan skor risiko. Semakin tinggi skor yang terdeteksi, semakin besar kemungkinan sistem meminta langkah verifikasi tambahan.
3. Pengambilan Keputusan Otomatis
Jika akses dianggap berisiko, sistem menjalankan langkah-langkah keamanan seperti:
-
meminta MFA
-
memblokir akses
-
meminta verifikasi biometrik
-
menolak autentikasi sepenuhnya
4. Penyesuaian Berkelanjutan
Sistem belajar dari pola login untuk meningkatkan akurasi deteksi.
Contoh Adaptive Authentication dalam Operasional Bisnis
1. Login dari Perangkat Baru Jika pengguna login dari perangkat yang belum pernah dipakai, sistem meminta verifikasi tambahan.
2. Akses di Luar Jam Kerja Ketika pengguna login di waktu yang tidak biasa, risk score naik dan MFA otomatis aktif.
3. Login dari Negara Berbeda Adaptive authentication memblokir atau meminta verifikasi tambahan karena kondisi dianggap tidak wajar.
4. Perilaku Akses Tidak Sesuai Pola Jika sistem mendeteksi percobaan login berulang dari berbagai lokasi, akses otomatis ditolak.
Kapan Bisnis Sebaiknya Menggunakan Adaptive Authentication?
Adaptive authentication cocok untuk perusahaan yang:
-
memiliki karyawan remote atau hybrid
-
menggunakan banyak aplikasi cloud
-
membutuhkan kontrol akses granular
-
ingin keamanan kuat tanpa mengganggu operasional
-
ingin mengurangi risiko dari penggunaan password yang lemah
Pendekatan ini sangat digunakan dalam arsitektur modern seperti Zero Trust.
Adaptive Authentication vs MFA Biasa
| Aspek | MFA Biasa | Adaptive Authentication |
|---|---|---|
| Aktivasi | Selalu diminta | Hanya diminta saat berisiko |
| Pengalaman | Lebih rumit | Lebih sederhana dan fleksibel |
| Keamanan | Tinggi | Lebih tinggi karena berbasis konteks |
| Efisiensi | Kadang mengganggu | Minim friksi |
| Deteksi risiko | Tidak ada konteks | Berbasis analisis data |
Adaptive authentication pada dasarnya adalah MFA yang lebih pintar.
Tantangan Implementasi Adaptive Authentication
1. Perlu Data Akses yang Konsisten
Analisis konteks membutuhkan data login yang lengkap.
2. Perlu Integrasi dengan Sistem IAM
Adaptive authentication bekerja optimal bila terhubung dengan SSO, MFA, dan kontrol akses.
3. Butuh Kebijakan Risiko yang Jelas
Bisnis harus menentukan kriteria apa yang dianggap “risiko tinggi”.
Baca Juga : MFA vs 2FA: Perbedaan, Contoh, dan Mana yang Lebih Aman
Penutup
Adaptive authentication membantu bisnis menciptakan proses autentikasi yang lebih aman dan efisien. Dengan pendekatan berbasis risiko, perusahaan dapat mengurangi ancaman tanpa membuat akses harian menjadi rumit bagi karyawan.
Untuk bisnis yang ingin menerapkan pendekatan akses terpusat dengan autentikasi adaptif, Adaptist Prime membantu menyatukan SSO, MFA, dan monitoring akses dalam satu sistem yang lebih terstruktur.



