karyawan yang sedang memonitor lalu lintas keamanan jaringan di ruang server untuk memastikan implementasi Active Directory sebagai solusi tepat bagi kontrol akses perusahaan
Membedah Microsoft Active Directory: Komponen Utama dan Fungsinya bagi Jaringan Perusahaan
Maret 13, 2026
hak pemilik data pribadi dalam uu pdp
Hak Pemilik Data Pribadi dalam UU PDP: Apa yang Wajib Difasilitasi oleh Perusahaan?
Maret 13, 2026

CSAT dan NPS: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Mengukurnya

Maret 13, 2026 / Ditulis oleh: Editorial

Dalam dunia bisnis modern, memahami kepuasan dan loyalitas pelanggan menjadi hal yang sangat penting. Perusahaan perlu mengetahui bagaimana pelanggan menilai produk atau layanan yang mereka gunakan. Salah satu cara yang sering digunakan adalah melalui metrik CSAT dan NPS.

CSAT dan NPS merupakan dua metode populer dalam mengukur pengalaman pelanggan. Kedua metrik ini membantu perusahaan mengumpulkan data yang berkaitan dengan kepuasan serta loyalitas pelanggan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan.

Meskipun sering digunakan secara bersamaan, CSAT dan NPS memiliki pendekatan yang berbeda. CSAT lebih fokus pada tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan tertentu. Sedangkan NPS lebih berfokus pada loyalitas pelanggan terhadap sebuah brand.

Apa Itu CSAT (Customer Satisfaction Score)

CSAT adalah metrik yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap suatu produk atau layanan. Pengukuran ini biasanya dilakukan setelah pelanggan menyelesaikan transaksi atau menggunakan layanan perusahaan. Tujuannya adalah mengetahui apakah pelanggan merasa puas dengan pengalaman yang mereka dapatkan.

Survei CSAT biasanya berisi pertanyaan sederhana seperti “Seberapa puas Anda dengan layanan kami?”. Pelanggan kemudian memberikan penilaian menggunakan skala tertentu, misalnya 1 sampai 5. Skala ini membantu perusahaan mengetahui tingkat kepuasan pelanggan secara cepat.

Hasil survei CSAT memberikan gambaran langsung mengenai pengalaman pelanggan pada saat tertentu. Data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas layanan yang diberikan. Semakin tinggi nilai CSAT, maka semakin baik tingkat kepuasan pelanggan.

Cara Menghitung CSAT

Perhitungan CSAT dilakukan dengan menghitung jumlah pelanggan yang memberikan nilai kepuasan tinggi. Nilai tinggi biasanya berada pada skala 4 atau 5 dalam survei kepuasan. Angka ini kemudian dibandingkan dengan jumlah total responden.

Hasil perhitungan tersebut kemudian diubah menjadi bentuk persentase. Persentase ini menunjukkan berapa banyak pelanggan yang merasa puas terhadap layanan perusahaan. Nilai tersebut dapat menjadi indikator performa layanan.

Berapakah Skor CSAT yang Bagus?

Skor CSAT yang dianggap baik biasanya berada di atas 75%. Namun, standar ini dapat berbeda tergantung pada industri dan jenis layanan yang diberikan.

Secara umum, berikut gambaran skor CSAT:

  • 90% – 100% : Sangat baik
  • 80% – 89% : Baik
  • 70% – 79% : Cukup
  • Di bawah 70% : Perlu perbaikan

Perusahaan biasanya menggunakan skor CSAT sebagai indikator kualitas layanan. Jika nilainya rendah, maka perusahaan perlu melakukan evaluasi terhadap pengalaman pelanggan.

Apa Itu NPS (Net Promoter Score)

NPS adalah metrik yang digunakan untuk mengukur loyalitas pelanggan terhadap sebuah brand. Metode ini menilai kemungkinan pelanggan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain. Loyalitas pelanggan dianggap sebagai indikator penting dalam pertumbuhan bisnis.

Survei NPS biasanya menggunakan pertanyaan seperti “Seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan produk kami kepada teman atau kolega?”. Pelanggan memberikan jawaban menggunakan skala 0 sampai 10. Skor ini kemudian digunakan untuk mengelompokkan pelanggan.

Hasil survei NPS membantu perusahaan memahami hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Data tersebut dapat menunjukkan apakah pelanggan memiliki kepercayaan terhadap brand. Semakin tinggi skor NPS, maka semakin kuat loyalitas pelanggan.

Kategori Penilaian dalam NPS

Untuk mengukur nilai NPS, terdapat tiga kategori pelanggan berdasarkan skor yang mereka berikan dalam survei. Setiap kategori menunjukkan tingkat kepuasan serta loyalitas pelanggan terhadap sebuah brand.

  • Promoters
    Pelanggan dengan skor 9–10 disebut Promoters. Mereka adalah pelanggan yang sangat puas dan cenderung merekomendasikan produk kepada orang lain. Kelompok ini biasanya menjadi pendukung setia brand.
  • Passives
    Pelanggan dengan skor 7–8 disebut Passives. Mereka cukup puas tetapi tidak memiliki loyalitas yang tinggi terhadap brand. Kelompok ini masih bisa berpindah ke kompetitor jika ada pilihan yang lebih menarik.
  • Detractors
    Pelanggan dengan skor 0–6 disebut Detractors. Mereka adalah pelanggan yang tidak puas terhadap produk atau layanan. Kelompok ini berpotensi memberikan ulasan negatif tentang perusahaan.

Perbandingan CSAT dan NPS

Berikut adalah tabel perbandingan CSAT dan NPS yang menunjukkan perbedaan utama antara kedua metrik tersebut.

Aspek

CSAT

NPS

Kepanjangan

Customer Satisfaction Score

Net Promoter Score

Tujuan utama

Mengukur kepuasan pelanggan terhadap layanan tertentu

Mengukur loyalitas pelanggan terhadap brand

Jenis pertanyaan

Seberapa puas pelanggan terhadap layanan

Seberapa besar kemungkinan merekomendasikan

Skala penilaian

Biasanya 1–5 atau 1–10

Skala 0–10

Fokus pengukuran

Pengalaman pelanggan jangka pendek

Loyalitas pelanggan jangka panjang

Waktu penggunaan

Setelah transaksi atau interaksi layanan

Survei pengalaman pelanggan secara umum

Hasil analisis

Persentase pelanggan puas

Skor NPS dari Promoters dan Detractors

Kapan Harus Menggunakan CSAT dan NPS

CSAT dan NPS merupakan dua metrik yang sering digunakan untuk mengukur pengalaman pelanggan. Meskipun keduanya berkaitan dengan kepuasan pelanggan, masing-masing metrik memiliki tujuan dan waktu penggunaan yang berbeda. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami kapan sebaiknya menggunakan CSAT dan kapan menggunakan NPS.

Kapan Menggunakan CSAT?

CSAT biasanya digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan terhadap pengalaman atau layanan tertentu. Survei ini sering dilakukan setelah pelanggan menyelesaikan transaksi, menggunakan produk, atau berinteraksi dengan layanan pelanggan.

Dengan menggunakan CSAT, perusahaan dapat mengetahui secara langsung apakah pelanggan merasa puas terhadap layanan yang baru saja mereka terima. Hasil survei ini membantu perusahaan mengevaluasi kualitas layanan pada momen tertentu.

Kapan Menggunakan NPS?

NPS digunakan untuk mengukur loyalitas pelanggan terhadap sebuah brand dalam jangka panjang. Survei ini biasanya dilakukan secara berkala untuk mengetahui apakah pelanggan bersedia merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.

Dengan menggunakan NPS, perusahaan dapat memahami hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Data tersebut dapat membantu perusahaan menilai tingkat kepercayaan pelanggan terhadap brand serta potensi pertumbuhan bisnis melalui rekomendasi pelanggan.

Kesimpulan

CSAT dan NPS merupakan dua metrik penting dalam mengukur pengalaman pelanggan. CSAT berfokus pada tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan tertentu dalam jangka pendek. Sementara itu, NPS lebih menilai loyalitas pelanggan terhadap brand dalam jangka panjang.

Dengan menggunakan kedua metrik ini, perusahaan dapat memahami pengalaman pelanggan secara lebih menyeluruh. Data tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan serta strategi bisnis. Hal ini membantu perusahaan membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.

FAQ

1. Apa itu CSAT?

CSAT atau Customer Satisfaction Score adalah metrik yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk atau layanan tertentu. Pengukuran ini biasanya dilakukan melalui survei setelah pelanggan melakukan transaksi atau menggunakan layanan. Hasil CSAT membantu perusahaan mengetahui apakah pelanggan merasa puas dengan pengalaman yang mereka dapatkan.

2. Apa itu NPS?

NPS atau Net Promoter Score adalah metrik yang digunakan untuk mengukur loyalitas pelanggan terhadap sebuah brand. Metode ini menilai seberapa besar kemungkinan pelanggan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain. Skor NPS diperoleh dari jawaban pelanggan pada skala penilaian 0 sampai 10.

3. Apa perbedaan utama antara CSAT dan NPS?

Perbedaan utama antara CSAT dan NPS terletak pada fokus pengukurannya. CSAT digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan terhadap pengalaman tertentu dalam jangka pendek. Sedangkan NPS digunakan untuk menilai loyalitas pelanggan terhadap brand dalam jangka panjang.

4. Bagaimana cara menghitung CSAT?

CSAT dihitung dengan membandingkan jumlah pelanggan yang memberikan nilai kepuasan tinggi dengan jumlah total responden. Nilai kepuasan tinggi biasanya berada pada skala 4 atau 5 dari survei yang diberikan. Hasilnya kemudian dikonversi menjadi persentase untuk menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan.

Profil Adaptist Consulting

Adaptist Consulting adalah perusahaan teknologi dan kepatuhan yang berdedikasi untuk membantu organisasi membangun ekosistem bisnis yang aman, berbasis data, dan patuh.

Baca Artikel Terkait