
Apa Itu Risk Register? Komponen, Manfaat, dan Contohnya
November 18, 2025
Apa Itu Compliance Management? Pengertian & Komponen Utama
November 20, 2025Third Party Risk Management: Pengertian, Komponen, dan Cara Kerja

Bisnis modern semakin bergantung pada pihak ketiga untuk mempercepat proses, menekan biaya, dan meningkatkan kualitas layanan. Mulai dari penyedia layanan cloud, platform pembayaran, vendor logistik, hingga konsultan operasional. Ketergantungan ini mempermudah visi bisnis, tetapi juga memperbesar paparan risiko yang sulit dikendalikan secara langsung.
Saat vendor mengalami gangguan layanan, lemah dalam keamanan data, atau tidak memenuhi komitmen operasional, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh bisnis. Third Party Risk Management atau TPRM menjadi pendekatan yang membantu bisnis menjaga stabilitas operasional dan memastikan setiap kerja sama berjalan dengan aman dan konsisten.
Apa Itu Third Party Risk Management
Third party risk management adalah proses untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko yang berasal dari pihak ketiga yang terlibat dalam operasional bisnis. TPRM tidak hanya berfokus pada saat awal hubungan kerja sama, tetapi sepanjang siklus operasional seperti onboarding, monitoring, hingga offboarding.
Dalam konteks bisnis, TPRM memastikan bahwa vendor memiliki standar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan bahwa potensi gangguan dapat diprediksi serta dikelola.
Mengapa Third Party Risk Management Penting untuk Bisnis
Bagi bisnis yang mengoperasikan berbagai proses dan layanan, risiko vendor tidak dapat dihindari. Beberapa alasan utama mengapa TPRM menjadi penting antara lain:
1. Ketergantungan pada layanan eksternal semakin meningkat
Bisnis memanfaatkan berbagai platform untuk menjalankan proses harian. Risiko muncul ketika vendor memiliki standar kontrol yang berbeda.
2. Akses data yang melibatkan pihak ketiga
Banyak vendor memproses data pelanggan atau operasional. Tanpa pengendalian yang tepat, risiko kebocoran meningkat.
3. Dampak operasional yang signifikan
Gangguan layanan pada vendor dapat memperlambat pengiriman produk, menghambat transaksi, atau menunda layanan pelanggan.
4. Tuntutan kepatuhan
Regulator menuntut bisnis memastikan vendor memahami standar keamanan dan privasi yang berlaku.
5. Kompleksitas rantai pasok
Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar kemungkinan risiko tersembunyi yang tidak terlihat.
TPRM membantu bisnis menjaga integrasi dengan pihak ketiga tetap aman dan terkendali.
Jenis Risiko dari Pihak Ketiga dalam Bisnis
Risiko yang timbul dari vendor dapat memengaruhi berbagai aspek bisnis:
1. Risiko keamanan informasi
Vendor yang memproses data sensitif dapat menjadi titik masuk bagi ancaman siber.
2. Risiko operasional
Gangguan layanan dari vendor logistik, pembayaran, atau cloud dapat menghentikan proses internal.
3. Risiko kepatuhan
Jika vendor tidak mematuhi regulasi, bisnis tetap dapat terkena dampaknya.
4. Risiko finansial
Kegagalan vendor dalam memenuhi komitmen dapat menyebabkan biaya tambahan atau kerugian.
5. Risiko reputasi
Insiden pada vendor sering kali dianggap sebagai masalah bisnis itu sendiri.
Komponen Penting dalam Third Party Risk Management
TPRM umumnya terdiri dari beberapa komponen utama berikut:
1. Identifikasi pihak ketiga
Mencatat vendor yang terlibat dan peran mereka dalam operasional.
2. Penilaian risiko awal
Menilai tingkat risiko berdasarkan layanan, data yang digunakan, serta potensi dampak.
3. Evaluasi kontrol vendor
Menilai apakah vendor memiliki kontrol yang memadai untuk menjaga keamanan, kualitas, dan kepatuhan.
4. Klasifikasi risiko
Vendor dikelompokkan berdasarkan tingkat risiko untuk menentukan intensitas pemantauan.
5. Pemantauan berkelanjutan
Risiko vendor dapat berubah. Pemantauan rutin diperlukan untuk melihat perkembangan terbaru.
6. Mitigasi risiko
Tindakan diambil untuk mengurangi dampak atau kemungkinan risiko.
Cara Kerja Third Party Risk Management dalam Bisnis
Dalam praktik bisnis, TPRM biasanya berlangsung melalui langkah langkah berikut:
1. Penilaian sebelum kerja sama
Bisnis menilai kesiapan vendor sebelum kontrak dimulai.
2. Onboarding vendor
Kebijakan, pengendalian akses, dan tanggung jawab diatur secara jelas.
3. Monitoring operasional
Kinerja dan kontrol vendor dipantau secara rutin.
4. Peninjauan berkala
Risiko vendor dievaluasi kembali berdasarkan perubahan kondisi bisnis atau regulasi.
5. Offboarding
Akses vendor dicabut saat kerja sama berakhir dan data diatur sesuai kebijakan.
Pendekatan ini memastikan bisnis tetap memiliki kendali terhadap risiko eksternal.
Contoh Risiko Pihak Ketiga dalam Operasional Bisnis
Beberapa contoh umum yang sering terjadi:
-
Penyedia cloud mengalami downtime yang menghambat aktivitas internal.
-
Vendor pembayaran mengalami gangguan yang membuat transaksi pelanggan terhenti.
-
Vendor yang memproses data pelanggan tidak memiliki enkripsi memadai sehingga meningkatkan risiko eksposur data.
Skenario ini menunjukkan bahwa risiko vendor dapat berpengaruh langsung terhadap layanan bisnis.
Tantangan Bisnis dalam Mengelola Risiko Pihak Ketiga
Implementasi TPRM sering menghadapi kendala berikut:
1. Informasi vendor tersebar di berbagai divisi
Tanpa konsolidasi, sulit mendapatkan gambaran yang jelas.
2. Proses manual yang lambat
Spreadsheet membuat pemantauan vendor tidak efisien.
3. Minimnya visibilitas
Bisnis tidak dapat melihat kondisi vendor secara menyeluruh.
4. Penilaian yang tidak konsisten
Setiap divisi mungkin menggunakan standar evaluasi yang berbeda.
5. Banyaknya vendor yang harus dipantau
Jumlah vendor yang terus bertambah membuat pemantauan semakin kompleks.
Praktik Baik dalam Third Party Risk Management untuk Bisnis
Beberapa praktik yang umum digunakan dalam bisnis:
1. Menggunakan skala penilaian yang seragam
Standarisasi membuat penilaian lebih objektif.
2. Menghubungkan TPRM dengan kebijakan internal
Kebijakan kerja sama dengan vendor harus mencerminkan standar keamanan dan kualitas bisnis.
3. Melakukan pemantauan rutin
Perubahan teknologi dan metode kerja vendor memengaruhi tingkat risiko.
4. Mendokumentasikan proses secara rapi
Catatan yang jelas membantu bisnis menunjukkan pengendalian risiko selama audit.
Third Party Risk Management dalam Kerangka GRC untuk Bisnis
TPRM berada di titik penting dalam GRC karena membantu bisnis melihat hubungan antara kebijakan internal, risiko eksternal, dan kepatuhan. Ketika digabungkan, GRC dan TPRM membantu bisnis menjaga stabilitas operasional dengan lebih baik.
Dengan kerangka yang tepat, bisnis dapat melihat risiko vendor secara lebih menyeluruh dan menyesuaikan strategi operasionalnya.
Baca Juga : Third-Party Risk Management: Mengurangi Risiko Vendor di Era Digital
Menjadikan Risiko Pihak Ketiga Lebih Mudah Dikendalikan oleh Bisnis
Third party risk management memberikan struktur bagi bisnis untuk memahami dan mengendalikan risiko dari vendor dengan lebih terukur. Di tengah meningkatnya integrasi eksternal, pendekatan yang terstruktur membantu bisnis menjaga keandalan proses dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Untuk bisnis yang ingin mengelola risiko, kebijakan, dan audit secara lebih terpadu, platform seperti Adaptist Privee membantu menyatukan berbagai aktivitas GRC sehingga lebih mudah dipantau dalam satu dashboard.



