
Good Corporate Governance (GCG): Definisi, Prinsip, dan Pentingnya untuk Perusahaan
Desember 31, 2025
Legal Compliance: Cara Menjaga Kepatuhan Hukum Perusahaan
Januari 2, 20262FA Adalah: Pengertian, Cara Kerja, serta Kelebihan dan Kekurangannya

2FA (Two-factor Authentication) adalah salah satu sistem perlindungan yang sangat ampuh yang banyak digunakan oleh perusahaan modern untuk memperbaiki pengawasan akses dan menurunkan peluang terjadinya pelanggaran keamanan.
Di tengah meningkatnya risiko siber, penggunaan password saja tidak memadai untuk melindungi infrastruktur dan informasi perusahaan. Tindakan kriminal seperti phising, credential stuffing, serta kebocoran data menjadikan akun digital sebagai sasaran yang empuk.
Seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan digital, perusahaan sekarang menghadapi tantangan baru dalam mengelola identitas serta akses pengguna. Situasi ini memaksa organisasi untuk tidak hanya bergantung pada autentikasi password, namun juga menerapkan metode verifikasi tambahan yang mampu menjamin bahwa setiap akses benar-benar dilakukan oleh individu yang memiliki hak.
Apa itu 2FA?
2FA adalah sistem verifikasi yang menambah satu tingkat pemeriksaan disamping kata sandi untuk memastikan siapa pengguna sebelum memberikan akses kedalam sistem. Dengan cara ini, proses masuk tidak hanya bergantung pada apa yang diketahui pengguna, tetapi juga memerlukan bukti tambahan yang lebih rumit untuk disalahgunakan.
Dalam implementasinya, 2FA menggabungkan dua elemen yang berbeda, seperti password dan kode OTP, persetujuan melalui perangkat tertentu, atau autentikasi biometrik. Kombinasi ini membuat akses tanpa izin jauh lebih menantang, sehingga menjadikan 2FA sebagai salah satu langkah keamanan yang sangat penting bagi organisasi untuk melindungi akun, informasi, dan sistem digital mereka.
Mengapa 2FA Sangat Penting?
Pentingnya 2FA tidak dapat dipisahkan dari keterbatasan password sebagai satu-satunya cara perlindungan. Banyak pengguna masih memakai password yang lemah, seringkali sama, atau mudah ditebak. Ketika informasi ini terungkap, penyerang bisa dengan mudah mengakses sistem tanpa adanya rintangan tambahan.
Dengan penerapan 2FA, perusahaan bisa:
- Mengurangi kemungkinan akses yang tidak diizinkan, meskipun password pengguna telah diketahui oleh pihak lain.
- Mengurangi dampak dari serangan phising, karena kode verifikasi bersifat sementara dan hanya dapat digunakan dalam periode yang singkat.
- Meningkatkan kepatuhan terhadap standar keamanan, seperti ISO 27001, SOC 2, dan berbagai regulasi tentang perlindungan data.
Dalam konteks strategi keamanan yang lebih luas, 2FA seringkali menjadi langkah pertama sebelum organisasi mengimplementasikan autentikasi yang lebih canggih. Untuk memahami perbedaannya dengan lebih mendalam, Anda bisa pelajari tentang MFA vs 2FA.
Manfaat Menggunakan 2FA bagi Perusahaan
Bagi perusahaan, penerapan 2FA bukan hanya sekedar peningkatan teknologi, melainkan komponen penting dalam pengelolaan risiko dan pengaturan keamanan informasi. Beberapa keuntungan utama dari implementasi 2FA, antara lain:
- Melindungi data sensitif perusahaan, yang mencakup data pelanggan, keuangan, dan informasi penting lainnya.
- Meminimalkan kemungkinan kerugian finansial yang dapat timbul akibat kebocoran data atau penyalahgunaan akun staf internal.
- Meningkatkan tingkat kepercayaan dari pelanggan dan mitra, karena perusahaan menunjukkan dedikasinya terhadap keamanan data.
- Mendukung strategi Zero Trust, dimana setiap upaya akses harus diperiksa dengan ketat.
Dalam implementasinya, 2FA biasanya dipadukan dengan metodologi keamanan lain seperti pengelolaan Identity and Access Management (IAM), serta kontrol berbasis risiko. Salah satu cara yang lebih maju yang relevan adalah Adaptive Authentication, yang menyesuaikan tingkat verifikasi sesuai dengan konteks serta risiko akses.
Kelebihan dan Kekurangan 2FA
Meskipun 2FA terbukti efektif, penerapannya masih memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan oleh perusahaan.
Kelebihan
Beberapa kelebihan utama dari penerapan 2FA, antara lain:
- Tambahan lapisan perlindungan yang signifikan dibandingkan hanya mengandalkan password.
- Mudah untuk diterapkan, terutama dengan bantuan aplikasi autentikator yang modern.
- Memiliki fleksibilitas tinggi, dapat digunakan diberbagai sistem seperti Email, VPN, dan aplikasi bisnis.
- Mampu secara efektif mengurangi serangan umum, seperti brute force dan credential stuffing.
Kekurangan
Namun, ada beberapa kendala dalam penerapan 2FA, antara lain:
- Potensi mengganggu pengalaman pengguna, terutama jika proses verifikasinya terlalu sering.
- Dipergunakan perangkat tambahan seperti ponsel atau token, yang dapat menambah kompleksitas.
- Biaya baik untuk implementasi maupun operasional, terutama untuk solusi berbasis hardware token atau sistem besar.
- Risiko keamanan yang terkait, seperti pada penggunaan SMS yang dapat rentan terhadap SIM Swapping.
Oleh karena itu, pemilihan metode 2FA perlu dipertimbangkan dengan matang sesuai dengan kebutuhan bisnis, profil risiko, serta tingkat kenyamanan pengguna.
Baca Juga: Passwordless Authentication: Masa Depan Keamanan Perusahaan
Cara Kerja 2FA
Secara umum, cara kerja 2FA adalah sebagai berikut:
- Pengguna memasukkan username dan password kedalam sistem.
- Sistem mengecek keabsahan kredensial tersebut sebagai langkah pertama.
- Sistem kemudian meminta langkah kedua, seperti OTP atau konfirmasi melalui notifikasi.
- Pengguna menyelesaikan verifikasi langkah kedua tersebut.
- Jika kedua langkah dinyatakan valid, sistem memberikan izin akses.
Proses ini mencegah akses yang hanya bergantung pada satu informasi statis, tetapi beralih ke kombinasi faktor yang lebih sulit untuk disalahgunakan.
Metode Autentikasi 2FA
Ada berbagai metode autentikasi yang bisa diterapkan dalam 2FA. Masing-masing metode memiliki ciri khas, keunggulan, dan potensi risiko yang berbeda.
1. Token Hardware
Token hardware merupakan alat fisik yang secara teratur menciptakan kode unik. Metode ini menyediakan tingkat perlindungan tinggi karena tidak terhubung dengan perangkat utama pengguna.
2. Verifikasi SMS
Dalam metode ini, sistem mengirimkan kode OTP melalui SMS ke nomor telepon penggunanya. Meskipun sangat mudah untuk digunakan, metode ini kurang aman jika dibandingkan dengan pilihan lainnya.
3. Authentication Voice
Authentication Voice memanfaatkan ciri khas suara pengguna sebagai elemen verifikasi. Metode ini termasuk dalam biometrik, meskipun penggunaannya masih terbatas.
4. Face/Fingerprint Recognition
Metode biometrik seperti pengenalan wajah dan sidik jari semakin banyak dipilih karena cepat dan nyaman, terutama di perangkat mobile.
5. Aplikasi OTP
Aplikasi OTP seperti Google Authenticator atau Microsoft Authenticator menciptakan kode berbasis waktu yang lebih aman dibandingkan dengan metode SMS.
6. Notifikasi Push
Pengguna mendapatkan notifikasi push dalam aplikasi autentikasi dan hanya perlu menyetujui atau menolak permintaan masuk. Cara ini efisien dan umum diterapkan pada aplikasi modern.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, 2FA adalah metode keamanan yang ampuh dan relevan untuk menghadapi tantangan ancaman dunia maya saat ini. Dengan mengimplementasikan tambahan verifikasi, perusahaan dapat sangat mengurangi kemungkinan akses tidak sah serta kebocoran informasi.
Meskipun demikian, 2FA tidak seharusnya diterapkan secara terpisah. Untuk mendapatkan perlindungan yang lebih komprehensif, organisasi perlu menghubungkannya dengan rencana keamanan yang lebih luas, yang mencakup IAM, MFA, dan Adaptive Authentication.
Dalam hal ini, Adaptist Prime hadir sebagai solusi terpadu yang mendukung perusahaan dalam mengelola identitas, akses, dan kepatuhan dengan cara yang lebih aman dan efisien.
FAQ
Apa perbedaan 2FA dan MFA?
2FA melibatkan dua elemen dalam proses autentikasi, sedangkan MFA memiliki kemampuan untuk menggunakan dua atau lebih elemen dengan kemungkinan yang lebih bervariasi.
Apakah 2FA wajib untuk perusahaan?
Tidak selalu menjadi keharusan, namun sangat disarankan, khususnya untuk sistem yang menangani informasi yang sensitif.
Metode 2FA mana yang paling aman?
Aplikasi OTP dan perangkat keras token umumnya dianggap lebih aman ketimbang SMS.
Apakah 2FA bisa digabungkan dengan autentikasi adaptif?
Ya, banyak sistem canggih saat ini mengkombinasikan 2FA dengan autentikasi adaptif untuk memperkuat perlindungan berdasarkan risiko.


