contoh apa itu good corporate governance
Good Corporate Governance (GCG): Definisi, Prinsip, dan Pentingnya untuk Perusahaan
Desember 31, 2025
memahami apa itu legal compliance
Legal Compliance: Cara Menjaga Kepatuhan Hukum Perusahaan
Januari 2, 2026

Apa itu 2FA? Lapisan Keamanan Penting untuk Lindungi Akun dan Data Bisnis

Januari 2, 2026 / Ditulis oleh: Admin

Setiap hari, jutaan orang di seluruh dunia mengakses email, media sosial, mobile banking, dan aplikasi kerja. Di balik kemudahan ini, ancaman terhadap akun digital semakin masif.

Dilansir dari cropink, disebutkan bahwa 1 dari 5 pengguna di sosial media mengalami percobaan hacking setiap tahunnya. Lebih lanjut, 80% dari kebocoran akun disebabkan oleh password lemah atau reused password (password yang digunakan secara berulang).

Dengan banyaknya serangan phising yang semakin canggih, dan semakin seringnya password bocor dari layanan pihak ketiga, menggunakan password saja sudah tidak cukup untuk mengamankan akun digital.

Kabar baiknya, ada lapisan keamanan sederhana yang mampu menutup sebagian besar celah tersebut, yaitu Two-Factor Authentication (2FA).

Baik untuk akun pribadi maupun akun karyawan di perusahaan, 2FA telah menjadi standar keamanan modern yang tidak boleh diabaikan.

Apa itu Two-Factor Authentication (2FA)?

Two-Factor Authentication atau biasa disingkat 2FA adalah mekanisme keamanan login yang mewajibkan pengguna untuk menyediakan dua jenis bukti identitas yang berbeda sebelum mendapatkan akses ke suatu akun atau sistem.

Dua faktor ini umumnya terdiri dari: sesuatu yang diketahui (password) dan sesuatu yang dimiliki (ponsel, token), atau sesuatu yang melekat pada diri pengguna (sidik jari, wajah).

Tujuan utama 2FA adalah memutus rantai serangan yang hanya mengandalkan password. Jika seorang penyerang berhasil mencuri password melalui situs phishing, ia tetap tidak bisa masuk karena tidak memiliki faktor kedua.

Contoh 2FA:

  • Ketika seseorang login ke email kerja menggunakan password yang benar, sistem kemudian mengirimkan kode OTP ke smartphone pengguna. Tanpa kode tersebut, akses login tidak akan diberikan.

Hal yang sama terjadi pada mobile banking, akun media sosial, hingga aplikasi internal perusahaan yang menerapkan 2FA.

Pertanyaannya: Mengapa password saja tidak cukup?

Karena password bisa ditebak (123456, password, nama anak, atau pola nama + tanggal lahir yang mudah ditebak). Selain itu, password juga dicuri melalui keylogger, dibobol dari database yang tidak aman, atau diambil melalui social engineering.

2FA menjadikan kredensial login yang bocor tersebut tidak lagi berguna bagi penyerang.

Perbedaan 2FA dan MFA

Banyak orang menganggap 2FA dan MFA adalah hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan dalam jumlah metode verifikasi yang digunakan saat login.

2FA (Two-Factor Authentication) adalah metode keamanan yang menggunakan dua faktor autentikasi untuk memverifikasi identitas pengguna.

Sementara itu, MFA (Multi-Factor Authentication) menggunakan lebih dari dua faktor verifikasi atau kombinasi beberapa metode autentikasi tambahan. Secara sederhana, 2FA sebenarnya merupakan bagian dari MFA.

Contoh 2FA:

  • Password + kode OTP, atau
  • Password + fingerprint, atau
  • Password + notifikasi push

Sedangkan MFA dapat melibatkan lebih banyak lapisan verifikasi, seperti:

  • Password, lalu verifikasi
  • OTP dari authenticator app, lalu verifikasi
  • Fingerprint, dan seterusnya

Perbedaan utama antara 2FA dan MFA dapat dilihat pada tabel berikut:

Aspek2FAMFA
Jumlah verifikasiDua faktorDua atau lebih faktor
Tingkat keamananTinggiLebih tinggi
Kompleksitas penggunaanSederhanaLebih kompleks
Umum digunakan padaAkun umum & bisnisSistem enterprise & akses kritikal
ContohPassword + OTPPassword + OTP + biometric

Meski MFA menawarkan perlindungan yang lebih kuat, 2FA tetap menjadi langkah keamanan yang sangat penting dan jauh lebih aman dibanding hanya menggunakan password.

Bagi sebagian besar perusahaan, penerapan 2FA sudah mampu mengurangi risiko kompromi akun secara signifikan, terutama untuk email perusahaan, aplikasi kerja, dan sistem cloud yang digunakan sehari-hari.

Mengapa 2FA Sangat Penting?

2FA sangat penting karena password dapat bocor, ditebak, atau dicuri dalam berbagai skenario yang setiap hari mengancam pengguna digital, baik individu maupun korporasi.

Berikut risiko yang langsung diatasi dengan 2FA:

  • Serangan phishing: Pengguna tanpa sadar memasukkan password ke halaman palsu yang meniru tampilan layanan ternama. Password langsung jatuh ke tangan penyerang. Dengan 2FA, meskipun password diketahui, penyerang tidak bisa login.
  • Penggunaan ulang password: Banyak orang menggunakan password yang sama untuk akun media sosial, layanan streaming, dan email kantor. Ketika salah satu layanan diretas, kombinasi email-password itu dicoba ke berbagai platform lain.
  • Kebocoran massal kredensial: Setiap minggu, jutaan kombinasi email-password bocor di forum gelap. Pelaku kejahatan menggunakan bot untuk menguji informasi kredensial tersebut ke berbagai sistem secara otomatis.
  • Serangan brute force: Perangkat lunak otomatis dapat mencoba ribuan kata sandi per detik. Akun dengan password lemah dapat ditembus dalam hitungan jam.

Bagi perusahaan, dampaknya bisa sangat serius, seperti:

  • Kebocoran data pelanggan
  • Akses ilegal ke dokumen internal
  • Pengambilalihan email perusahaan
  • Penyalahgunaan akun administrator
  • Gangguan operasional bisnis
  • Penyebaran malware dari akun internal

Sebagai contoh, akun email karyawan yang diretas dapat digunakan untuk mengirim invoice palsu kepada klien atau meminta transfer dana dengan mengatasnamakan perusahaan.

Dengan 2FA, risiko tersebut dapat ditekan karena pelaku tetap membutuhkan verifikasi tambahan meskipun sudah mengetahui password korban.

Jenis-Jenis Two-Factor Authentication

Setiap metode 2FA memiliki tingkat keamanan, kenyamanan, dan kesesuaian yang berbeda. Memahami perbedaannya membantu memilih metode yang tepat—baik untuk keamanan akun pribadi maupun kebijakan perusahaan.

1. Token Hardware

Token hardware adalah perangkat fisik khusus yang digunakan untuk menghasilkan kode autentikasi atau melakukan verifikasi login. Bentuknya biasanya berupa USB security key, smart card, atau token generator kecil berbentuk gantungan.

Metode ini umum digunakan pada lingkungan dengan kebutuhan tingkat keamanan tinggi, seperti sistem keuangan perusahaan, infrastruktur cloud, dan akses administrator perusahaan.

  • Kelebihan: ketahanan terhadap serangan jarak jauh. Karena tidak terhubung ke internet, penyerang tidak bisa mencuri kode tanpa mencuri fisik token.
  • Kekurangan: biaya pengadaan dan risiko kehilangan perangkat.

2. Verifikasi SMS

Verifikasi SMS menggunakan kode OTP yang dikirim melalui pesan singkat ke nomor telepon pengguna. Metode ini menjadi populer karena selain mudah digunakan, pengguna tidak memerlukan aplikasi tambahan.

Verifikasi SMS bekerja dengan cara mengirimkan kode OTP melalui pesan teks ke nomor ponsel terdaftar setelah pengguna berhasil memasukkan password.

  • Kelebihan: hampir semua orang memiliki ponsel dan familiar dengan SMS. Tidak perlu instalasi aplikasi tambahan.
  • Kelemahan: rentan terhadap serangan SIM swap, di mana penyerang meyakinkan operator seluler untuk memindahkan nomor korban ke kartu SIM baru. Juga ada risiko intersepsi SMS.

Meskipun metode verifikasi SMS mudah dan simpel, risiko-risiko tersebut membuat banyak organisasi mulai beralih ke metode autentikasi yang lebih aman dibanding SMS.

3. Authentication Voice

Authentication voice menggunakan panggilan suara otomatis untuk menyampaikan kode verifikasi atau melakukan konfirmasi login.

Metode ini umunnya digunakan sebagai cadangan ketika pengguna kesulitan menerima SMS, atau lingkungan dengan akses perangkat terbatas.

  • Kelebihan: relatif mudah digunakan, tidak membutuhkan smartphone canggih, dan dapat menjadi alternatif utama saat situasi darurat.
  • Kekurangan: prosesnya lebih lambat dan kurang nyaman, bergantung pada jaringan telepon, dan kurang praktis untuk penggunaan intensif.

Karena faktor kenyamanan, metode ini kini lebih jarang digunakan dibanding aplikasi OTP atau biometric authentication.

4. Face/Fingerprint Recognition

Face recognition dan fingerprint recognition merupakan bentuk biometric authentication yang menggunakan karakteristik fisik pengguna sebagai faktor verifikasi.

Metode ini banyak digunakan pada smartphone modern, mobile banking, dan aplikasi kerja berbasis mobile.

  • Kelebihan: nyaman digunakan karena cukup menempelkan jari atau menatap layar, sulit dipalsukan dalam skala masal, dan praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
  • Kekurangan: data biometrik yang tersimpan di perangkat tetap menjadi target potensial, sehingga menimbulkan risiko privasi, dan risiko akses paksa pada perangkat fisik.

Meski demikian, biometric authentication tetap menjadi salah satu metode autentikasi paling praktis dan ideal digunakan sebagai faktor kedua setelah password.

5. Aplikasi OTP

Aplikasi OTP menggunakan authenticator app seperti Google Authenticator atau Microsoft Authenticator untuk menghasilkan kode verifikasi yang berubah setiap 30 detik sekali.

Metode ini secara signifikan lebih aman daripada SMS karena kode dihasilkan di perangkat lokal, tidak dikirim melalui jaringan seluler yang bisa dicegat. Penyerang tidak bisa mendapatkan kode hanya dengan mengetahui nomor telepon korban, mereka perlu mengakses aplikasinya.

Cara pakainya sendiri mudah: pengguna cukup membuka aplikasi authenticator lalu memasukkan kode yang muncul saat login.

  • Kelebihan: bisa digunakan saat smartphone offline, lebih aman dari SIM swap, kode berubah secara berkala.
  • Kelemahan: saat pengguna kehilangan atau mengganti ponsel, kode cadangan sangat diperlukan agar tidak kehilangan akses selamanya.

Contoh penggunaan umumnya:

  • Login Google Workspace
  • Dashboard cloud
  • Platform manajemen bisnis, dan
  • Kebanyakan platform sudah menerapkan metode authenticator app.

Karena keseimbangan antara keamanan dan kemudahan penggunaan, metode ini menjadi salah satu pilihan paling populer di lingkungan bisnis.

6. Notifikasi Push

Notifikasi push memungkinkan pengguna menyetujui atau menolak login langsung dari perangkat (smartphone/laptop) terpercaya.

Cara kerjanya: setelah memasukkan password, sistem mengirim notifikasi ke aplikasi authenticator di smartphone. Pengguna cukup menekan “Approve” atau “Deny”.

  • Kelebihan: cepat, praktis, dan tidak perlu mengetik kode. Banyak platform yang juga menampilkan informasi kontekstual seperti lokasi login, jenis perangkat, dan waktu yang membantu pengguna mengenali permintaan mencurigakan.
  • Kekurangan: ada risiko jika pengguna terbiasa menekan “Approve” tanpa memeriksa detail login terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, pelaku serangan memanfaatkan kebiasaan ini melalui spam notifikasi login.

Meskipun notifikasi push aman, perlu dilakukan edukasi pengguna tetap agar pengguna tidak pernah menyetujui permintaan mencurigakan.

Bagaimana Cara Kerja Two-Factor Authentication (2FA)

Two-Factor Authentication bekerja dengan meminta dua bentuk verifikasi berbeda sebelum akses diberikan ke akun atau sistem.

Berikut alur sederhana yang terjadi setiap kali seseorang login dengan 2FA:

  1. Pengguna membuka halaman login aplikasi, misalnya akun Google, mobile banking, atau portal karyawan.
  2. Pengguna memasukkan email/username dan password seperti biasa. Sistem memeriksa kecocokannya.
  3. Jika password benar, sistem menampilkan halaman baru atau pop-up yang meminta faktor verifikasi kedua.
  4. Sistem mengirimkan faktor verifikasi kedua ke perangkat yang sudah terdaftar (kode OTP ke aplikasi authenticator, notifikasi push ke ponsel, atau kode SMS).
  5. Pengguna memberikan respons yang benar (mengetik kode, menekan “Approve”, mencolok token).
  6. Sistem memverifikasi respons. Hanya setelah kedua faktor terbukti valid, akses diberikan.

Contoh: seorang pengguna login ke akun media sosial dari laptop barunya. Setelah memasukkan password, layar menampilkan pesan “Masukkan kode dari aplikasi Google Authenticator”. Pengguna membuka ponsel, dan mengetikkan kode 6 digit yang diterimanya.,Setelah itu, baru akses masuk terbuka.

Namun perlu dicatat: 2FA tidak menggantikan password. Password tetap diperlukan. Hanya saja proses login menjadi multistep dengan lapisan verifikasi tambahan.

Cara Mengaktifkan 2FA pada Berbagai Platform

Sebagian besar platform modern baik itu email, media sosial, mobile banking, penyimpanan cloud, hingga aplikasi bisnis telah menyediakan fitur 2FA secara native. Proses aktivasi umumnya serupa di semua platform.

Langkah umum mengaktifkan 2FA:

  1. Masuk ke pengaturan akun (biasanya di menu ikon profil atau settings).
  2. Cari bagian Security, Login & Security, atau Two-Factor Authentication.
  3. Klik opsi untuk mengaktifkan 2FA.
  4. Pilih metode verifikasi yang diinginkan (aplikasi OTP, SMS, notifikasi push, atau token hardware).
  5. Ikuti panduan untuk menghubungkan perangkat, biasanya dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi authenticator, atau memasukkan nomor telepon.
  6. Simpan kode cadangan (backup codes) yang diberikan sistem. Jangan simpan di perangkat yang sama dengan akun yang dilindungi. Cetak atau simpan di pengelola kata sandi yang aman.
  7. Selesaikan proses dengan memasukkan kode verifikasi pertama dari metode yang dipilih.

Contoh platform umum dengan dukungan 2FA:

  • Akun Google (Gmail, Drive, YouTube): Mendukung aplikasi OTP, notifikasi push (Google Prompt), dan token hardware.
  • Microsoft (Outlook, OneDrive, Xbox): Menggunakan Microsoft Authenticator atau metode lain.
  • Media sosial (Facebook, Instagram, LinkedIn, X/Twitter): Semua menyediakan 2FA di pengaturan keamanan.
  • Mobile banking: Hampir semua bank di Indonesia sudah mewajibkan 2FA melalui SMS OTP atau aplikasi authenticator.
  • Platform cloud dan coding (GitHub, AWS, Google Cloud): Sangat direkomendasikan bahkan diwajibkan untuk akun dengan hak akses tinggi.

Untuk lingkungan perusahaan, penerapan 2FA biasanya dilakukan secara terpusat melalui kebijakan keamanan organisasi agar seluruh akun karyawan wajib menggunakan autentikasi tambahan.

Tips Keamanan Tambahan

2FA adalah fondasi keamanan yang kuat, tetapi bukan satu-satunya perlindungan. Kombinasikan 2FA dengan praktik keamanan berikut untuk pertahanan maksimal.

  • Gunakan password unik untuk setiap akun. Jangan pernah menggunakan ulang password, baik antar akun pribadi maupun antara akun pribadi dan akun kerja. Jika satu layanan bocor, akun lainnya tetap aman.
  • Manfaatkan password manager. Aplikasi seperti Bitwarden, 1Password, atau Apple Keychain membantu menghasilkan dan menyimpan password panjang acak tanpa perlu menghafalnya. Cukup ingat satu master password yang kuat.
  • Waspada terhadap phishing canggih. Penyerang kini membuat halaman login palsu yang juga meminta kode 2FA. Saat korban memasukkan kode, penyerang langsung menggunakannya secara real-time. Selalu periksa URL halaman login. Jangan pernah memasukkan kode 2FA jika ragu dengan keaslian situs.
  • Jangan pernah membagikan kode OTP. Tidak ada pihak berwenang, admin, atau customer service yang berhak meminta kode OTP Anda. Jika seseorang memintanya, itu adalah tanda serangan rekayasa sosial.
  • Periksa perangkat yang terhubung secara berkala. Di pengaturan keamanan sebagian besar platform, Anda bisa melihat daftar perangkat yang aktif login. Cabut akses untuk perangkat yang tidak dikenal atau sudah tidak digunakan.
  • Simpan kode cadangan di tempat terpisah. Saat mengaktifkan 2FA, sistem memberikan 8–10 kode cadangan sekali pakai. Simpan di tempat yang aman secara fisik (brankas) atau di password manager yang terenkripsi.

Kenapa Perusahaan Perlu Menerapkan 2FA Pada Akun Karyawannya?

Akun karyawan adalah pintu masuk paling umum bagi serangan siber terhadap perusahaan. Email kantor, dashboard admin, VPN, dan sistem cloud internal menjadi sasaran utama karena memberikan akses langsung ke data dan infrastruktur bisnis.

Riset LastPass menunjukkan bahwa lebih dari 81% pelanggaran data melibatkan kredensial yang lemah, dicuri, atau digunakan ulang.

Jika satu akun karyawan yang berhasil dikompromi, ini dapat menjadi titik awal bagi peretas untuk bergerak ke seluruh jaringan perusahaan.

Tanpa 2FA, skenario berikut siap terjadi:

  • Akun email karyawan diretas, sehingga penyerang bisa mengirim instruksi palsu ke klien. Klien yang tertipu akan mentransfer dana ke rekening penipu, dan perusahaan menghadapi gugatan hukum serta kehancuran reputasi.
  • Akun staf keuangan dikompromikan, akibatnya transfer keluar diproses tanpa verifikasi ulang. Uang bisa mengalir dalam hitungan menit, pemulihan berbulan-bulan, dan peluang bisnis lenyap.
  • Akun eksekutif (CEO/CFO) diretas, maka pengumuman palsu bisa menyebar dari akun resmi. Harga saham anjlok, investor cabut, dan mitra strategis membatalkan kontrak.
  • 2FA tidak diwajibkan, akibatnya audit kepatuhan (ISO 27001, PCI DSS, UU PDP) gagal total. Sertifikasi ditolak, denda regulator menggunung, dan perusahaan tersisih dari tender klien besar.

Manfaat Menggunakan 2FA bagi Perusahaan

Menerapkan Two-Factor Authentication bukan sekadar mengikuti tren keamanan. Bagi perusahaan, kebijakan ini membawa manfaat bisnis yang terukur dan langsung berdampak pada lini operasional, kepatuhan, serta reputasi.

1. Menurunkan Risiko Pelanggaran Data secara Signifikan

Studi dari Microsoft menunjukkan bahwa akun dengan 2FA memiliki kemungkinan diretas 99,9% lebih rendah dibandingkan akun yang hanya mengandalkan password.

Bagi perusahaan, angka ini berarti pengurangan drastis terhadap potensi insiden kebocoran data pelanggan, kebocoran kekayaan intelektual, dan akses tidak sah ke sistem keuangan.

2. Menghemat Biaya yang Muncul Akibat Insiden Keamanan

Biaya pemulihan dari satu serangan peretasan akun karyawan sangat besar. Mulai dari waktu henti sistem (downtime), investigasi forensik, pemberitahuan ke pihak terdampak, denda regulasi, hingga hilangnya kepercayaan klien.

Investasi untuk mengaktifkan 2FA, yang pada sebagian besar platform bahkan gratis, sangat kecil dibandingkan potensi kerugian tersebut.

3. Memperkuat Postur Keamanan untuk Mendapatkan Sertifikasi dan Asuransi Siber

Lembaga sertifikasi seperti ISO 27001, SOC 2, dan kerangka kerja seperti NIST Cybersecurity Framework secara eksplisit merekomendasikan autentikasi multifaktor sebagai kontrol akses yang wajib.

Perusahaan yang telah menerapkan 2FA lebih mudah lulus audit kepatuhan. Selain itu, penyedia asuransi siber kini mulai mensyaratkan 2FA untuk semua akun pengguna dengan akses ke data sensitif sebagai prasyarat pemberian polis.

4. Meningkatkan Kepercayaan Klien dan Mitra Bisnis

Dalam tender atau kerja sama B2B, klien besar seringkali melakukan due diligence terhadap keamanan digital mitranya. Menerapkan 2FA menunjukkan bahwa perusahaan memiliki standar keamanan serius.

Hal ini menjadi nilai jual yang membedakan bisnis dari kompetitor yang abai terhadap keamanan akun.

5. Mempermudah Deteksi dan Respons Terhadap Serangan Awal

Log percobaan login yang gagal karena 2FA menjadi indikator penting bagi tim IT. Puluhan notifikasi penolakan 2FA dalam waktu singkat menandakan adanya serangan credential stuffing atau MFA bombing terhadap akun karyawan.

Tim keamanan dapat segera mereset password akun yang ditargetkan sebelum serangan berkembang menjadi pelanggaran data aktual.

6. Melindungi Akses dari Perangkat yang Tidak Dikelola

Di era kerja hybrid, karyawan mungkin perlu mengakses email atau aplikasi perusahaan dari perangkat pribadi, perpustakaan umum, atau komputer hotel.

2FA memastikan bahwa meskipun perangkat tersebut terinfeksi keylogger atau malware, penyerang tidak dapat masuk tanpa faktor kedua. Ini sangat penting untuk perusahaan dengan kebijakan BYOD (Bring Your Own Device).

7. Mengurangi Beban Helpdesk Terkait Reset Password

Ironisnya, penerapan 2FA terbukti mengurangi keluhan lupa password. Karena akses tidak hanya bergantung pada password, karyawan dapat menggunakan backup code atau verifikasi melalui perangkat kedua ketika lupa password.

Riset melaporkan penurunan tiket helpdesk terkait reset password hingga 30% setelah 2FA diaktifkan secara massal.

8. Menjadi Fondasi untuk Kebijakan Zero Trust

Konsep keamanan modern Zero Trust berprinsip “jangan pernah percaya, selalu verifikasi”. 2FA adalah implementasi paling dasar dari prinsip tersebut.

Dengan memulai dari 2FA, perusahaan membangun jalur menuju arsitektur keamanan yang lebih matang, seperti verifikasi berkelanjutan dan akses berdasarkan konteks (lokasi, perangkat, waktu).

Kesimpulan

2FA atau Two-Factor Authentication adalah lapisan keamanan tambahan yang membantu melindungi akun dari akses tidak sah. Dengan meminta verifikasi kedua selain password, risiko penyalahgunaan akun dapat dikurangi secara signifikan.

Di tengah meningkatnya serangan phishing, pencurian kredensial, dan kebocoran data, password saja tidak lagi cukup untuk melindungi akses digital.

Baik untuk pengguna individu maupun perusahaan, penerapan autentikasi dua faktor menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan akun, melindungi data bisnis, dan memperkuat kontrol akses terhadap sistem digital perusahaan.

Siap Mengelola Identitas Digital sebagai Strategi Keamanan Bisnis?

Request demo sekarang dan pelajari bagaimana solusi IAM membantu memusatkan proses login pengguna melalui Single Sign-On (SSO), mengotomatisasi onboarding karyawan, serta melindungi data perusahaan dari akses tidak sah tanpa mengganggu produktivitas akibat login berulang.

FAQ: Memahami 2FA

Apakah 2FA bisa digabungkan dengan autentikasi adaptif?

Ya, banyak sistem canggih saat ini mengkombinasikan 2FA dengan autentikasi adaptif untuk memperkuat perlindungan berdasarkan risiko.

Metode 2FA mana yang paling aman?

Aplikasi OTP dan perangkat keras token umumnya dianggap lebih aman ketimbang SMS.

Apakah 2FA wajib untuk perusahaan?

Tidak selalu menjadi keharusan, namun sangat disarankan, khususnya untuk sistem yang menangani informasi yang sensitif.

Apa perbedaan 2FA dan MFA?

2FA melibatkan dua elemen dalam proses autentikasi, sedangkan MFA memiliki kemampuan untuk menggunakan dua atau lebih elemen dengan kemungkinan yang lebih bervariasi.

Profil Adaptist Consulting

Adaptist Consulting adalah perusahaan teknologi dan kepatuhan yang berdedikasi untuk membantu organisasi membangun ekosistem bisnis yang aman, berbasis data, dan patuh.

Baca Artikel Terkait